Antisipasi Puncak Arus Balik, Kapolda Jateng Pantau Kesiapan Di Tol Kalikangkung

Antisipasi Puncak Arus Balik, Kapolda Jateng Pantau Kesiapan Di Tol Kalikangkung

  

Semarang - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi kembali melakukan pengecekan arus balik di Tol Pantura Jateng. Dalam pengecekan tersebut didapati arus masih terpantau lancar terkendali. Minggu (2/1) malam. 

Puncak arus balik Nataru diprediksi terjadi pada malam nanti, namun meski demikian Polda Jateng melalui Operasi Lilin Candi 2021 telah siap mengantisipasi hal tersebut. 

Dari hasil analisa dan evaluasi perkembangan arus lalu lintas pada gerbang tol Kalikangkung yang menjadi pintu masuk di Kota Semarang, arus mudik tertinggi terjadi pada hari Jumat tanggal 24 Desember 2021 yaitu sebanyak 24.664 unit kendaraan yang masuk menuju ke kota Semarang dari arah Jakarta. 

Sementara untuk Arus balik tertinggi yang tercatat terjadi pada hari Sabtu tanggal 1 Januari 2022 yaitu sebanyak 22.166 kbm yang menuju ke arah Jakarta dari kota Semarang. 

Berdasarkan data arus lalu lintas di GT Kalikangkung sebelum pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2021 yaitu mulai tanggal 20 s.d 23 Desember 2021 dimana rata-rata arus yang menuju ke Kota Semarang diangka 17.000 s.d 23.000. 

"Sehingga dapat disimpulkan untuk kegiatan masyarakat yang melaksanakan mudik tujuan ke kota Semarang dan sekitarnya terpantau sangat minim karena arus lalu lintas hanya naik sekitar 1.700 di puncak arus mudiknya," ujarnya 

Tidak adanya cuti yang diberikan bagi ASN maupun swasta juga dinilai sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi minimnya arus mudik dan balik sehingga mobilitas masyarakat bisa dikendalikan. 

Menurut Kapolda, kesadaran masyarakat bahwa pandemi covid belum berakhir juga berpengaruh besar sehingga masyarakat banyak tinggal di rumah dikarenakan masih pandemi covid-19. 

Kepatuhan masyarakat terkait penerapan prokes dengan tidak melakukan euforia berlebihan dalam merayakan Nataru mendapatkan apresiasi dari Kapolda Jateng. 

"Terima kasih atas kesadaran masyarakat, rekan media sehingga mobilitas dapat terkendali," ujarnya.

Share this:

Disqus Comments